15.9.18

Festival Kesenian Yogyakarta: Lingkaran Pertemanan dan Kemelutnya

Booth Miracle Crochet di FKY 30




Untuk kamu yang tinggal di Yogyakarta, pasti sudah tidak asing dengan acara Festival Kesenian Yogyakarta atau yang biasa disingkat FKY. Sesuai namanya, FKY adalah acara festival tahunan yang kental dengan unsur seni budaya. Biasanya diadakan pada pertengahan tahun, antara bulan Juni dan Juli, mengincar momen liburan sekolah sih biasanya. Selain pawai, pameran, dan pertunjukan, dalam rangkaian acara FKY terdapat pula pasar seni, semacam bazar yang menghadirkan pengrajin lokal. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari batik, tenun, lukis, rajut, kulit, dan masih banyak lagi.
Suka anting lucu? Cek Instagram @gendis.projects

Alhamdulillah, pada 23 Juli hingga 9 Agustus 2018 lalu, Miracle Crochet berkesempatan untuk menjadi salah satu tenant di Pasar Seni FKY 30. Sebuah hal yang tidak sangka-sangka sebenarnya. Terakhir ikut FKY dengan brand sendiri adalah tahun 2016. Pada waktu itu, FKY tidak memberlakukan seleksi yang amat ketat.  Seluruh tenant pun membayar sejumlah uang sebagai biaya sewa. Diperbolehkan pula untuk 'buka lapak' beramai-ramai. Tahun lalu, kami juga mendaftarkan diri untuk menjadi tenant. Sayangnya, tidak lolos. Namun, saat itu kami bertemu dengan teman-teman dari PernacPernic, sebuah mini store dengan konsep kolaborasi. Salah satu pengurus/manajemennya lolos dan berbaik hati membagi space-nya untuk beberapa brand kebetulan yang akan mengisi produk untuk PernacPernic. Jadi, tahun 2017 pun sebenarnya kami ikut juga. Hanya saja memang ala kadarnya dan dalam rangka menyambung pertemanan.


Owner lagi sok-sokan foto OOTD



FKY tahun 2018 ini, sebenarnya sama seperti tahun lalu, baik dari lokasi maupun syaratnya. Hanya saja, syarat untuk menjadi pengisi Pasar Seni benar-benar lebih 'ribet' dari tahun lalu. Tahun ini, seleksi konon katanya dilihat dari rekam digital masing-masing brand. Selain itu, untuk buka lapak berama-ramai, cenderung lebih sulit. Kami yang sejak awal mendaftarkan produk rajut saja, agak kesulitan untuk mengikutkan produk jenis lain dari brand lain. Ada syarat-syarat yang tidak begitu wajib pada tahun lalu, menjadi wajib dan dijadikan 'lelucon ancaman' dari panitia tahun ini. Contoh, stand diwajibkan memakai backdrop kanan-kiri belakang, palet kayu sebagai alas, sampai pot tanaman. Syok tentu saja, tapi apalah daya. Untuk bisa ikut FKY dua tahun terakhir ini, local brand Yogyakarta tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Karena itulah, kami cenderung nggak bisa macam-macam. :(

Polemik yang bikin kami tersayat hatinya sebenarnya bukan soal syaratnya yang bejibun itu. Tetapi saat beberapa kawan yang tidak lolos ingin 'nebeng' di stand kami, tetapi tidak bisa menerimanya dengan alasan penolakan dari panitia. Sungguh kami nggak keberatan, bahkan senang. Stand jadi nggak terlalu kosong melompong dan bisa bergantian jaga. Hanya saja, kalau boleh jujur, tahun ini kami seolah kehabisan energi untuk mengoordinir dan ikut event secara grup. Anggota yang tergabung dalam Miracle Crochet sedang banyak kesibukan. Karena itu, kami tidak punya cukup power untuk bernegosiasi lebih lama dengan panitia, sekadar agar kawan-kawan bisa ikut stand kami.

Lebih sedihnya, ada kawan-kawan yang terlanjur kecewa dengan kami. Mungkin juga marah. Tapi kami nggak bisa apa-apa. Punya waktu untuk bernegosiasi dengan panitia pun tidak. Kami cuma berharap, kemarahan kawan-kawan mereda dan tidak dijadikan alasan untuk enggan berkolaborasi di masa mendatang.

Show must go on. Bisa atau tidak bisa. Dijauhi atau tidak. Kami tetap harus menjadi bagian dari FKY 30, seperti yang telah diercayakan. Dengan stok seadanya, bahkan cenderung penghabisan, kami tetap menyambut kawan-kawan yang antusias dengan karya rajut kami. Karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang sudah datang, sekadar bertukar sapa, mengapresiasi, hingga membeli beberapa karya kami. Itu sudah lebih dari cukup untuk dijadikan bahan bakar, agar kami terus berkarya. Terima kasih sudah menjadi teman-teman baru :)

Berikut ini dokumentasi dari kegiatan Pasar Seni FKY 30.




Dibantu sama Vani, anak UGM semester akhir. *abaikan papan nama yang kena hujan*









Nggak berharap banyak sih bakal ikut event Festival Kesenian Yogyakarta lagi atau nggak. Yang jelas berharap, bakal bisa terus berkarya dan berkolaborasi. :)




Xoxo,


Miracle Crochet



0 komentar:

Posting Komentar